Hamas Tegaskan Pasukan Internasional di Gaza Harus Netral, Respons atas Rencana RI Kirim 8 Ribu TNI

JAKARTA, 12 Februari 2026 — Kelompok militan Palestina, Hamas, angkat suara mengenai rencana Indonesia mengirimkan sekitar 8.000 personel TNI untuk bergabung dengan International Stabilization Force (ISF) di wilayah Jalur Gaza.

 

Menurut pernyataan dari Osama Hamdan, seorang pejabat senior Hamas, setiap pasukan internasional yang dikirim ke Gaza harus bersikap netral dan hanya ditempatkan di perbatasan, tanpa mencampuri urusan internal rakyat Palestina. Hamas menekankan bahwa kehadiran pasukan luar negeri tidak boleh bertentangan dengan kehendak rakyat Gaza atau bertindak sebagai pengganti otoritas Palestina.

 

Rencana keterlibatan Indonesia dalam ISF muncul di tengah pembahasan lebih luas mengenai misi perdamaian yang didukung oleh Dewan Perdamaian internasional di bawah arahan mantan Presiden AS Donald Trump, yang mandat pasukannya juga disetujui melalui resolusi Dewan Keamanan PBB. Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara yang bersiap mengerahkan pasukan terbesar dalam misi tersebut.

 

Sementara itu, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa perincian tugas, lokasi penempatan, dan mandat pasukan masih dalam tahap koordinasi dan belum disepakati secara final. Fokus yang diutarakan pejabat Jakarta adalah misi kemanusiaan, pemulihan dan stabilisasi, bukan operasi ofensif terhadap kelompok apa pun.

 

Tim Redaksi

More From Author

Menkeu Purbaya Akui Belum Diajak Bahas Skema Pembayaran Utang Whoosh Lewat APBN

Lewat CommuniAction Malang, Pemerintah Perkuat Perlindungan Anak dan Literasi Digital Generasi Muda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *