Palangka Raya, 18 Februari 2026 – Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat langkah percepatan penanggulangan kemiskinan melalui sinergi lintas sektor dan pemanfaatan data terpadu. Pernyataan ini disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Aula Peteng Karuhei II, Rabu (18/2/2026).
Zaini menekankan tiga fokus utama yang menjadi perhatian seluruh perangkat daerah. Pertama, optimalisasi anggaran penanggulangan kemiskinan. Pemerintah Kota menargetkan realisasi minimal 50 persen pada Semester I 2026 melalui aplikasi SIPD agar memenuhi syarat penerimaan dana insentif fiskal dari pemerintah pusat.
Kedua, penggunaan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis intervensi. DTSEN mengintegrasikan DTKS, P3KE, dan Registrasi Sosial Ekonomi, sehingga bantuan tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas, dan kepala keluarga perempuan.
Ketiga, optimalisasi peran Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) untuk menyinergikan program lintas sektoral. Kolaborasi tidak hanya antar perangkat daerah, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi, dunia usaha, dan sektor industri. Setiap rumah tangga miskin diharapkan menerima intervensi menyeluruh, mulai dari perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan infrastruktur.
“Konsep yang kami usung adalah konvergensi program agar penanggulangan kemiskinan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegas Zaini.
Tim Redaksi
