Nuuk – Pemerintah Greenland menegaskan tidak membutuhkan bantuan medis dari negara lain dan menolak tawaran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berencana mengirim kapal rumah sakit ke wilayah tersebut
Sebelumnya, melalui platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa AS akan mengerahkan kapal rumah sakit untuk membantu warga Greenland yang disebutnya membutuhkan layanan kesehatan tambahan.
“Kami akan mengirimkan kapal rumah sakit yang hebat ke Greenland untuk merawat banyak orang yang sakit dan tidak mendapatkan perawatan di sana. Kapal itu sedang dalam perjalanan,” tulis Trump dalam pernyataannya pada Senin (23/2).
Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen. Melalui akun Facebook resminya, Nielsen menegaskan bahwa pemerintahannya menolak tawaran tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Greenland memiliki sistem layanan kesehatan publik yang menjamin perawatan gratis bagi seluruh warga. Menurutnya, sistem kesehatan yang ada saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa intervensi dari pihak luar.
Nielsen juga menekankan bahwa pemerintah Greenland tetap terbuka terhadap dialog dan kerja sama internasional, termasuk dengan Amerika Serikat. Namun, ia meminta agar komunikasi dilakukan melalui jalur resmi dan saling menghormati kedaulatan serta keputusan dalam negeri.
“Dialog dan kerja sama membutuhkan rasa hormat terhadap keputusan tentang negara kami yang dibuat di sini,” tegasnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, Trump kembali menyuarakan ambisinya terhadap Greenland dengan alasan kepentingan keamanan strategis, terutama terkait potensi pengaruh Rusia dan Cina di kawasan Arktik.
Isu tersebut juga sempat dibahas dalam pertemuan Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Swiss. Dalam pertemuan itu, kedua pihak disebut telah membahas kerangka kerja sama terkait masa depan Greenland.
Tim Redaksi
