Bahlil: Terobosan Teknologi dan Kilang Baru Jadi Kunci Swasembada Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah saat ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

 

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul langkah-langkah strategis yang tengah dijalankan, mulai dari intervensi teknologi pada sumur minyak tua, percepatan pelaksanaan proyek hulu minyak dan gas bumi (migas), hingga pengoperasian kilang baru guna menekan ketergantungan impor energi.

 

Dalam keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/2/2026), Bahlil menegaskan bahwa swasembada energi bukan sekadar target administratif, melainkan pekerjaan besar yang menuntut keberanian mengambil langkah konkret dan inovatif.

 

Berbicara di hadapan peserta Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada impor selama ini menjadi bukti belum optimalnya upaya mendorong kemandirian energi nasional. Menurutnya, tanpa terobosan nyata, cita-cita swasembada hanya akan menjadi wacana.

 

Salah satu persoalan yang disoroti adalah banyaknya sumur minyak yang tidak lagi beroperasi. Dari sekitar 39.000 hingga 40.000 sumur yang terdata, hanya 17.000 sampai 18.000 sumur yang aktif. Sisanya merupakan sumur idle yang membutuhkan intervensi teknologi agar dapat kembali produktif.

 

Pemerintah pun berencana menggandeng mitra strategis untuk mengoptimalkan sumur-sumur tersebut. Selain itu, Kementerian ESDM mempercepat realisasi sumur-sumur yang telah masuk dalam rencana pengembangan (plan of development/POD).

 

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah juga akan membuka tender 110 blok migas baru guna memperkuat pasokan energi nasional dan menarik investasi di sektor hulu.

 

Di sektor hilir, peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri menjadi prioritas. Bahlil mencontohkan keberhasilan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.

 

Menurutnya, beroperasinya RDMP Balikpapan mampu menghasilkan sekitar 5 juta kiloliter bensin dan 3,9 juta kiloliter solar per tahun. Dengan dukungan implementasi program B40, Indonesia disebut tidak lagi melakukan impor solar pada tahun ini, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah ketahanan energi nasional.

 

Swasembada energi sendiri merupakan salah satu pilar utama dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperkuat kemandirian serta ketahanan energi Indonesia.

 

Tim Redaksi

More From Author

TMMD ke-127 Dorong Swasembada Pangan, Petani Desa Mandala Dapat Penguatan dan Pendampingan

Kemlu: Kontingen RI di Gaza Tak Terlibat Demiliterisasi, Mandat Sesuai Resolusi DK PBB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *