Presiden Prabowo Subianto meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta gudang ketahanan pangan milik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air. Peresmian dilakukan secara serentak terhadap 1.179 unit SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri.
Acara peresmian dan peletakan batu pertama (groundbreaking) dipusatkan di SPPG Palmerah, Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). Presiden tiba sekitar pukul 09.05 WIB dan disambut langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam sambutannya, Presiden secara resmi mengumumkan peresmian 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan, sekaligus memulai pembangunan 107 SPPG tambahan di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap agenda prioritas pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Sebelum acara inti, Presiden meninjau sejumlah fasilitas di lokasi, mulai dari dapur SPPG, kolam bioflok ikan, hingga budidaya tanaman hidroponik. Peresmian SPPG di berbagai daerah juga diikuti secara virtual dan ditayangkan langsung di lokasi kegiatan.
Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih turut hadir, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Program SPPG Polri dirancang untuk meningkatkan status gizi anak-anak, mencegah kekurangan gizi, serta menunjang kualitas pertumbuhan dan perkembangan generasi muda. Dengan beroperasinya fasilitas ini, pemerintah berharap layanan pemenuhan gizi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden juga menekankan agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) disajikan dalam kondisi hangat saat didistribusikan. Permintaan itu langsung disanggupi oleh pengelola SPPG Polri Palmerah.
SPPG Palmerah dibangun di atas lahan milik Polri seluas 900 meter persegi dengan luas bangunan 400 meter persegi. Fasilitasnya dilengkapi sistem pemurnian air, pemanas air untuk pencucian wadah makanan, alat pengering elektrik, sterilisator ultraviolet (UV), hingga sistem pengelolaan limbah dapur. Selain itu, fasilitas ini telah mengantongi delapan sertifikat yang mencakup aspek higienitas, kompetensi, dan sertifikasi halal.
Proses operasional SPPG dimulai dari penerimaan bahan baku, pencucian dan persiapan bahan makanan, penyimpanan di gudang kering dan basah, hingga pemorsian sebelum distribusi. Setiap menu juga melalui uji keamanan pangan oleh tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polri.
SPPG Polri memiliki standar pemeriksaan keamanan makanan dengan empat parameter utama, yakni kandungan nitrit, formalin, sianida, dan arsenik. Apabila ditemukan zat berbahaya, makanan tidak akan didistribusikan dan wajib diganti.
Melalui program ini, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Tim Redaksi
