Washington – Israel secara resmi bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza pada Rabu (11/2/2026), menjelang pertemuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih.
Penandatanganan dokumen keanggotaan dilakukan langsung oleh Netanyahu di hadapan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, sesaat sebelum agenda pembicaraan dengan Presiden Trump. Langkah ini dinilai sebagai perkembangan diplomatik penting di tengah dinamika konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Dalam keterangannya, Netanyahu menyampaikan bahwa pertemuan dengan Trump akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk situasi di Gaza. Namun, ia menegaskan bahwa pembahasan akan lebih difokuskan pada negosiasi dengan Iran serta isu-isu keamanan regional lainnya.
Sebelumnya, para pemimpin dari 17 negara telah berpartisipasi dalam upacara penandatanganan piagam pertama Dewan Perdamaian Gaza yang digelar di Davos, Swiss, pada akhir Januari lalu. Negara-negara tersebut berasal dari kawasan Amerika Latin, Eropa, Timur Tengah, hingga Asia Tengah dan Asia Tenggara.
Indonesia juga telah mengumumkan keputusannya untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza pada pekan lalu. Hingga kini, tercatat sedikitnya 25 negara telah menjadi bagian dari inisiatif yang diluncurkan oleh Presiden AS Donald Trump tersebut.
Bergabungnya Israel ke dalam forum ini diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dalam upaya meredakan ketegangan dan mendorong stabilitas kawasan.
Tim Redaksi
