GOWA – Ruas jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Gowa dengan Kabupaten Sinjai melalui Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolo Pao, menjadi perhatian berbagai pihak. Jalur ini dikenal sebagai akses tercepat bagi masyarakat di wilayah pegunungan, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial warga sangat bergantung pada keberadaannya.
Belakangan, kondisi infrastruktur di titik tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat. Lubang pada badan jalan serta permukaan yang mulai tergerus menyebabkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan menurun. Sejumlah insiden kecelakaan pun disebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gowa, Rusdy Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintah daerah pada dasarnya telah menyiapkan rencana penanganan yang lebih menyeluruh. Ruas Bolaromang sebelumnya diusulkan untuk mendapatkan dukungan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Namun dinamika kebijakan anggaran di tingkat pusat membuat rencana itu belum dapat direalisasikan.
“Awalnya sudah kami usulkan lewat DAK 2025 agar bisa dikerjakan sampai tuntas. Tetapi karena adanya efisiensi, alokasinya dinolkan,” ujarnya.
Sebagai alternatif, Pemkab Gowa tetap berupaya melakukan perbaikan melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Karena anggaran tersebut juga harus menjangkau kebutuhan di seluruh kecamatan, maka pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan prioritas.
Untuk tahun berjalan, penanganan difokuskan kurang lebih satu kilometer terlebih dahulu.
Faktor geografis Tombolo Pao yang berada di dataran tinggi ikut memengaruhi besarnya kebutuhan biaya. Dengan spesifikasi konstruksi yang harus menyesuaikan medan, estimasi per kilometer dapat mencapai Rp1,5 hingga Rp1,6 miliar, tergantung kondisi dasar jalan.
Pemerintah berharap dukungan masyarakat melalui forum Musrenbang agar ruas ini terus diusulkan sebagai prioritas pada tahun anggaran berikutnya. Sinergi dengan wakil rakyat di DPRD juga dinilai akan membantu mempercepat realisasi program.
Sembari menunggu kelanjutan pembangunan, warga yang melintas diimbau untuk berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan kendaraan demi keselamatan bersama.
Sumber : Allank
Editor : Tim Redaksi
