KEK Catat Investasi Rp335 Triliun, Pemerintah Optimistis Jadi Motor Indonesia Emas 2045

Tangerang, JendelaDunia.id — Pemerintah terus mengoptimalkan peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru dan instrumen strategis menuju Indonesia Emas 2045. Hingga triwulan IV 2025, KEK telah mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp335 triliun dan menyerap lebih dari 407 ribu tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, dalam seminar bertajuk “Menakar Daya Ungkit KEK ETKI BSD sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru” yang digelar di BSD, Tangerang, Sabtu (7/2/2026). Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Rizal menjelaskan, pengembangan KEK dirancang untuk meningkatkan investasi, mempercepat pembangunan daerah, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi ketimpangan antarwilayah. Selain itu, KEK juga berperan menekan devisa keluar melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan, serta maintenance, repair, and overhaul (MRO).

“KEK dikembangkan sebagai kawasan dengan batas tertentu yang memiliki akses langsung ke pasar global atau sumber daya strategis, didukung pelayanan perizinan satu pintu, fasilitas fiskal dan nonfiskal, serta dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah,” ujar Rizal.

Saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar dari Aceh hingga Papua, terdiri atas KEK industri, pariwisata, kesehatan, digital, teknologi, edukasi, dan jasa lainnya. Dari jumlah tersebut, 18 KEK berada di luar Pulau Jawa dan tujuh KEK di Jawa, sejalan dengan agenda pemerataan pembangunan nasional.

Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, pengembangan KEK difokuskan pada hilirisasi komoditas prioritas, industri padat karya, industri berbasis inovasi dan berorientasi ekspor, serta penguatan integrasi ekonomi domestik dan global. KEK juga diarahkan untuk mendukung ekonomi hijau, ekonomi biru, dan circular economy.

Sepanjang 2025, kinerja KEK menunjukkan capaian signifikan. Realisasi investasi tahun tersebut mencapai Rp84,1 triliun atau melampaui target, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 87.585 orang. Nilai ekspor dari KEK pada periode Januari–Desember 2025 tercatat sebesar Rp105,6 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari KEK Galang Batang, Sei Mangkei, Gresik, dan Kendal.

Selain sektor industri, KEK juga berperan sebagai katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pengembangan pendidikan di KEK difokuskan pada bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM), kesehatan, digitalisasi, ekonomi hijau, dan hilirisasi. Sejumlah perguruan tinggi internasional telah dan akan beroperasi di KEK, di antaranya King’s College London, Monash University, serta Queen Mary University of London yang ditargetkan mulai beroperasi pada September 2026.

Kajian Australia Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) pada November 2025 menunjukkan bahwa penetapan KEK memberikan dampak ekonomi yang signifikan, dengan tambahan investasi rata-rata Rp1,64 triliun per tahun per kota serta penciptaan lebih dari 91 ribu lapangan kerja dibandingkan wilayah non-KEK. Investasi asing langsung juga tercatat meningkat hampir 69 persen.

“Dengan berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal, kemudahan perizinan, serta dukungan kebijakan daerah, KEK diharapkan semakin meningkatkan daya saing industri nasional, memperkuat rantai pasok global, dan mendorong transformasi ekonomi berkelanjutan. Pemerintah optimistis optimalisasi KEK akan menjadi fondasi penting dalam mencapai Indonesia Emas 2045,” pungkas Rizal.

Tim Redaksi

More From Author

Wabup Indramayu Serahkan Zakat Maal Pertanian bagi 252 Warga Desa Babadan

Pemerintah Percepat Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk Perkuat Swasembada Protein Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *