KKP Perkuat Rantai Dingin Kampung Nelayan Merah Putih untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat ekosistem Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), salah satunya dengan memastikan pengelolaan sistem rantai dingin berjalan secara profesional, efisien, dan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan guna menjaga mutu hasil perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Penguatan tersebut dilaksanakan melalui bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan usaha rantai dingin yang diberikan kepada para pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lokasi KNMP. Bimtek ini menjadi bagian penting dalam mendukung operasional sarana rantai dingin yang telah disediakan pemerintah.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, mengatakan keberadaan pabrik es dan cold storage di KNMP memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Upaya tersebut sejalan dengan visi ekonomi biru serta penguatan ketahanan pangan nasional.

“Pengelolaan pascapanen yang berfokus pada mutu dan kualitas selama proses produksi hingga pemasaran akan menjadikan produk perikanan memiliki daya saing dan nilai tambah yang tinggi,” ujar Machmud dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Ia menegaskan, KKP berkomitmen menjaga mutu produk perikanan sejak pascapanen hingga sampai ke tangan konsumen. Untuk itu, KKP memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana rantai dingin terintegrasi, mulai dari cold storage portabel, pabrik es, kendaraan berpendingin, hingga cool box.

Machmud berharap melalui Bimtek tersebut, pengelola KNMP memperoleh pembelajaran strategis dalam mengelola sistem rantai dingin secara optimal. Dengan pengelolaan yang baik, sarana yang tersedia tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung, tetapi juga sebagai instrumen penciptaan nilai tambah dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

Ke depan, KKP akan terus melakukan pendampingan teknis di lapangan dengan melibatkan Kementerian Koperasi. Menurut Machmud, keberhasilan sistem rantai dingin tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas dan integritas pengelolaan usaha.

Senada dengan itu, Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDS, Catur Sarwanto, menyebut Bimtek ini sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan program KDMP dan KNMP. Sebanyak 350 peserta Bimtek yang terdiri dari pengurus KDMP hingga kepala dinas kabupaten/kota dari 65 lokasi turut ambil bagian. Lokasi-lokasi tersebut telah menerima sarana rantai dingin, seperti kendaraan berpendingin dan cold storage.

“Bimtek ini menjadi pembekalan bagi pengurus koperasi yang akan mengelola sarana dan prasarana sistem rantai dingin di KNMP,” jelas Catur.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus KSU Mina Barokah Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sugito, berbagi pengalaman mengelola usaha kendaraan berpendingin. Ia menyebut lima kunci keberhasilan usaha rantai dingin, yakni ketersediaan hasil tangkapan nelayan, perhitungan biaya distribusi yang presisi, seleksi tenaga pengemudi, perawatan kendaraan secara berkala, serta integritas pengelola.

“Pengelola yang berintegritas dan pengemudi yang jujur membuat usaha berjalan lancar,” ujar Sugito.

Hal serupa disampaikan Wading, pengelola Koperasi Mina Muara Sejahtera. Menurutnya, kesamaan visi dan integritas pengurus menjadi fondasi utama keberhasilan pengelolaan cold storage portabel berkapasitas 10 ton. “Pengurus yang berintegritas pasti bertanggung jawab. Ini faktor utama keberhasilan usaha koperasi,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KNMP merupakan program terobosan pemerintah untuk mentransformasi kampung nelayan tradisional menjadi kawasan yang lebih modern dan produktif. Melalui program ini, KKP membangun berbagai sarana dan prasarana pendukung perikanan serta infrastruktur sosial dalam satu kawasan, seperti dermaga, cold storage, bengkel kapal, balai pelatihan, hingga sentra kuliner nelayan.

Tim Redaksi

More From Author

Menkes Tegaskan Tiga Program Quick Win Perkuat Layanan Kesehatan di Daerah

Presiden Prabowo: Indonesia Dapat Kehormatan Miliki Lahan Kampung Haji di Makkah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *