JAKARTA, Jendela dunia.id – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali memerintahkan seluruh prajurit TNI Angkatan Laut yang bertugas di wilayah konflik dan perbatasan untuk tetap siaga penuh selama libur Lebaran 2026. Prajurit di pos-pos strategis, termasuk di Papua dan pulau-pulau terluar, diminta tidak lengah dalam menjaga kedaulatan negara.
Instruksi tersebut disampaikan oleh Asisten Operasi KSAL, Laksamana Muda Yayan Sofiyan saat melepas program mudik gratis di Dermaga Kolinlamil, Minggu (15/3). Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama meski masyarakat tengah merayakan Idul Fitri.
“Pesan dari bapak Panglima TNI dan KSAL untuk seluruh prajurit yang saat ini masih bertugas di pulau-pulau terluar, di atas KRI, maupun di satgas Papua, Anda sedang melaksanakan tugas negara yang amat kami hormati,” ujar Yayan.
Menurutnya, para prajurit tetap menjalankan tugas pengamanan di pos-pos penugasan yang jauh dari keluarga demi memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan damai. Mereka terus memantau pergerakan di sektor patroli masing-masing tanpa mengendurkan kewaspadaan.
“Negara kita saat ini aman dan damai karena ada prajurit TNI yang dengan setia berada di pulau-pulau terluar tak berpenghuni dan di atas KRI yang terus bergerak di sektor patrolinya,” tambahnya.
Meski TNI AL menyediakan fasilitas mudik gratis menggunakan kapal perang bagi masyarakat, kekuatan operasional di wilayah rawan tetap dipertahankan. Instruksi ini memastikan tidak ada kekosongan penjagaan di titik-titik strategis NKRI selama masa libur panjang.
Selain itu, pimpinan TNI AL juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga prajurit, khususnya para istri yang tergabung dalam Jalasenastri, yang terus memberikan dukungan kepada suami mereka yang bertugas saat hari raya.
“Ibu-ibu yang sabar, doakan para suaminya agar selalu dalam lindungan Tuhan dalam melaksanakan penugasan ini,” pungkas Yayan.
Sebelumnya, KSAL Muhammad Ali juga telah menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan pengawasan di jalur-jalur laut, mulai dari pelabuhan besar hingga jalur-jalur tidak resmi atau “jalur tikus”. Langkah ini bertujuan memastikan jalur mudik laut tetap aman sekaligus menutup peluang penyelundupan barang ilegal ke wilayah NKRI.
Selain menjaga kedaulatan, operasi pengamanan tersebut juga dilakukan untuk melindungi jalur pelayaran kapal penumpang agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan aman.//Red
