Surabaya, Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan gratis dan inklusif bagi masyarakat prasejahtera. Penegasan tersebut disampaikan saat ia meninjau langsung program Sekolah Rakyat di kawasan kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kamis (12/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja di Jawa Timur sekaligus mempertegas bahwa program Sekolah Rakyat menjadi implementasi langsung visi pemerintahan Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. Menurut Abdul Mu’ti, Sekolah Rakyat adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan pendidikan bermutu dapat dinikmati semua kalangan tanpa dipungut biaya.
Program tersebut dirancang khusus untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini berpotensi terhambat mengenyam pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Pemerintah menanggung seluruh biaya pendidikan, sehingga faktor finansial tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak dalam meraih cita-cita.
Suasana kunjungan berlangsung hangat ketika Mendikdasmen memasuki salah satu ruang kelas dan berdialog langsung dengan para siswa. Seorang murid menyampaikan rasa syukur atas hadirnya Sekolah Rakyat dan berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia agar lebih banyak anak merasakan manfaatnya.
Dalam perbincangan tersebut, siswa itu juga mengungkapkan cita-citanya menjadi arsitek. Latar belakang orang tuanya sebagai pekerja bangunan justru memotivasinya untuk kelak merancang bangunan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menanggapi hal itu, Abdul Mu’ti memberikan dorongan agar sang siswa terus belajar dan mengembangkan kemampuan menggambarnya. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat harus menjadi sarana mobilitas sosial yang nyata, membawa anak-anak dari keluarga prasejahtera menuju masa depan yang lebih cerah.
Kemendikdasmen memastikan Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan akses pendidikan gratis, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, serta berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi peserta didik.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan. Pemerintah menargetkan perluasan Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap agar semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan yang sama untuk sukses.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Surabaya menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan pendidikan diwujudkan dalam tindakan nyata—mendekatkan negara kepada rakyat dan membuka jalan bagi lahirnya generasi yang tangguh, kreatif, serta berdaya saing.
Tim Redaksi
