Batang – Sebanyak 25 nelayan dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang mengikuti pelatihan teknis perawatan dan perbaikan mesin kapal yang digelar di kawasan Payung Sewu, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bersama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) atau PLTU Batang.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan nelayan dalam merawat dan memperbaiki mesin kapal secara mandiri, baik saat berada di darat maupun ketika melaut. Para peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik langsung membongkar dan memasang kembali mesin untuk mengenali komponen serta mendeteksi jenis kerusakan.
Salah seorang peserta, Arif Priyanto (36), nelayan asal Desa Sengon Roban Barat, mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi nelayan yang sebelumnya belum memahami teknis mesin kapal.
“Terima kasih kepada DKP dan PT BPI yang sudah mendukung kegiatan ini. Pelatihan ini sangat membantu kami memahami cara memperbaiki mesin sendiri,” ujarnya.
Menurut Arif, sejumlah kerusakan yang kerap ditemui di lapangan antara lain ring seher, bos stang, dan laher bandul. Selama ini, jika terjadi kerusakan, nelayan harus membawa mesin ke bengkel dengan biaya jasa berkisar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu.
“Kalau sudah bisa memperbaiki sendiri, tentu bisa mengurangi biaya servis di bengkel,” tambahnya.
Instruktur Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Tegal, Sugianto, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada teknik perawatan rutin serta penanganan kerusakan ringan, seperti penyetelan klep dan penggantian komponen kecil.
“Dengan memiliki peralatan dasar, nelayan sebenarnya sudah bisa melakukan perbaikan sendiri, bahkan saat berada di laut,” jelasnya.
Sugianto menilai keterampilan dasar perbaikan mesin sangat penting dimiliki nelayan, terutama saat cuaca buruk yang membuat mereka tidak melaut. Waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki perahu maupun mesin.
Selain meningkatkan keselamatan saat berlayar, pelatihan ini juga diharapkan mampu menekan biaya perawatan. Dalam beberapa kasus, biaya servis di bengkel bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Dengan kemampuan yang dimiliki, pengeluaran tersebut dapat ditekan hingga sekitar Rp500 ribu, terutama untuk pembelian suku cadang.
“Kerusakan ringan bisa ditangani sendiri, sehingga lebih hemat dan efisien,” pungkasnya.
Tim Redaksi
