Tekanan Rendah dan Sirkulasi Siklonik Picu Potensi Cuaca Ekstrem di Berbagai Perairan Indonesia

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (18/2/2026). Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer berupa wilayah tekanan rendah dan sirkulasi siklonik yang memicu terbentuknya daerah konvergensi di berbagai perairan Tanah Air.

 

Prakirawan BMKG, Vita, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (17/2/2026) menjelaskan bahwa wilayah tekanan rendah terpantau berada di daratan utara Australia dan di Samudera Hindia barat daya Banten. Selain itu, sirkulasi siklonik juga terdeteksi di wilayah Maluku Utara serta di Samudera Hindia barat Aceh.

 

Keberadaan sistem tersebut menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara yang memanjang di sejumlah wilayah, di antaranya Samudera Hindia barat daya Banten, pesisir utara Australia, Laut Halmahera, Laut Sulawesi, perairan Maluku, hingga Samudera Hindia barat Aceh.

 

Tak hanya itu, daerah konvergensi lain juga terpantau memanjang dari Malaysia hingga Sumatra Barat, dari Laut Natuna hingga Selat Karimata, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, di Laut Jawa dan Selat Makassar, dari Laut Sulu hingga Kalimantan Utara, dari Kepulauan Tahuna hingga Laut Maluku, dari Laut Sawu hingga Laut Timor, serta dari Laut Arafuru hingga Papua Selatan.

 

Kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan, terutama di sekitar wilayah tekanan rendah dan sepanjang jalur konvergensi. Kondisi ini berpeluang menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah.

 

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprakirakan terjadi di Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Sulawesi Utara. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain yang ditandai warna kuning pada peta prakiraan cuaca.

 

Prakiraan Cuaca Kota Besar

 

Untuk wilayah barat Indonesia, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Pontianak, Jakarta, Yogyakarta, dan Banjarmasin. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di Serang.

 

Adapun hujan ringan diprakirakan terjadi di Jambi, Palembang, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya, Palangka Raya, Samarinda, dan Tanjung Selor. Sementara itu, kondisi berawan diprakirakan terjadi di Pekanbaru dan udara kabur berpotensi terjadi di Padang.

 

Untuk wilayah timur Indonesia, hujan petir berpeluang terjadi di Manado dan Palu. Hujan sedang diprakirakan turun di Kupang, Kendari, Ternate, Nabire, dan Merauke.

 

Sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Mamuju, Makassar, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya. Kondisi berawan tebal diprakirakan menyelimuti Gorontalo.

 

BMKG mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui laman resmi maupun aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas harian, termasuk risiko banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi darat, laut, dan udara.

 

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) – Keterangan resmi prakirawan BMKG, Vita, Selasa (17/2/2026) melalui rilis prakiraan cuaca dan informasi pada laman resmi bmkg.go.id serta aplikasi Info BMKG.

 

Tim Redaksi

More From Author

Pasar Murah Daging Meugang Diserbu Warga, Ribuan Kilogram Ludes Terjual

Rakor dengan BPS dan BPJS Kesehatan, Pemerintah Perketat Validasi Data PBI JKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *